Promo Diskon Pendidikan Homeschooling Kak Seto Surabaya

Banner-Diskon

hsks.surabayaKali ini #homeschoolingkaksetosurabaya punya progran Potongan harga sebesar 25% lhoo.. Tunggu apalagi??
.
Daftar skrg! Ajak adek, kakak, sepupu, keponakan kalian buat daftar, sebelum batas waktu berakhir program lhoo.. #hsks #hskssby#homeschooling#homeschoolingkaksetosurabaya#homeschoolingkakseto #promo #diskon

Iklan

Kiat menjadi pelajar sukses dan berprestasi

Kiat menjadi pelajar sukses dan berprestasi
93f54a2b114daa1f450779831a0d0745
 
Membangun sikap percaya diri
Kesuksesanmu ditentukan oleh dirimu sendiri, bukan orang lain. Oleh karena itu, ketika kamu ingin sukses kamu harus bisa membangun sikap percaya diri terlebih dahulu. Percayalah pada kemampuanmu bahwa kamu pasti bisa menaklukkan rintangan-rintangan yang akan menghampirimu di perjalanan menuju kesuksesan.
 
Punya keinginan kuat untuk mendapat nilai tambah
Untuk menunjang kesuksesanmu kamu perlu memiliki suatu kelebihan. Kamu hanya perlu berlebih sedikit dibanding orang lain. Untuk itu, kamu dituntut untuk belajar lebih giat lagi agar bisa mengungguli yang lain. Selain belajar kamu juga bisa meningkatkan bakat sosial, karena tidak ada kesuksesan tanpa bantuan orang lain.
 
Belajar aktif dan serius
Namanya juga pelajar, kegiatan utamanya tentu belajar. Sebaik-baik cara belajar adalah belajar efektif lagi serius. Ketika jam pelajaran belajarlah dengan perhatian penuh, ketika istirahat boleh deh bermain. Tempatkanlah sesuatu dengan sebagaimana mestinya, sebab dengan begitu kamu telah menghargai sesuatu itu.
 
Ada 3 kecerdasan yang perlu kamu bangun agar menjadi seorang pelajar yang sukses, yaitu intelegensi, emosi dan spiritual. Ketiga-ketiganya harus sejalan. Intelegensi diperoleh dari kegiatan belajar di sekolah, emosi dari pergaulan dan spiritual adalah kedekatan dengan Tuhan. Ketika kamu bisa menyeimbangkan ketiga itu, maka kesuksesan tidak akan segan untuk menghampirimu. Selamat berjuang.

EDUTRIP Homeschooling Kak Seto Surabaya di LAPAN Pasuruan

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian Indonesia yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya. Empat bidang utama LAPAN yakni penginderaan jauh, teknologi dirgantara, sains antariksa, dan kebijakan dirgantara.

EDUTRIP Homeschooling Kak Seto Surabaya di LAPAN Pasuruan adik adik belajar  dan FUNGSI Dalam mengemban tugas pokok di atas LAPAN menyelenggarakan fungsi-fungsi :

  1. Penyusunan kebijakan nasional di bidang penelitian dan pengembangan sains antariksa dan atmosfer, teknologi penerbangan dan antariksa, dan penginderaan jauh serta pemanfaatannya;
  2. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan sains antariksa dan atmosfer, teknologi penerbangan dan antariksa, dan penginderaan jauh serta pemanfaatannya;
  3. Penyelenggaraan keantariksaan;
  4. Pengoordinasian kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas LAPAN;
  5. Pelaksanaan pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan LAPAN;
  6. Pelaksanaan kajian kebijakan strategis penerbangan dan antariksa;
  7. Pelaksanaan penjalaran teknologi penerbangan dan antariksa;
  8. Pelaksanaan pengelolaan standardisasi dan sistem informasi penerbangan dan antariksa;
  9. Pengawasan atas pelaksanaan tugas LAPAN; dan
  10. Penyampaian laporan, saran, dan pertimbangan di bidang penelitian dan pengembangan sains antariksa dan atmosfer, teknologi penerbangan dan antariksa, dan penginderaan jauh serta pemanfaatannya.

Tips Atasi Dan Cegah Bullying

aksi-bullying_20160801_163035Bullying sendiri merupakan perbuatan atau tindakan kekerasan baik secara fisik, lisan dan mental kepada orang yang lebih lemah sehingga menyebabkan rasa tertekan, takut dan putus asa. Sang pelaku biasanya melakukan hal ini agar menjadi populer atau menarik perhatian orang. Bisa juga disebabkan oleh rasa cemburu atau memang pelaku sebelumnya pernah menjadi korban. Kondisi ini bisa terjadi di mana saja baik sekolah, lingkungan pergaulan dll.

Bullying harus diperangi. Bagaimanapu juga kita tidak dapat membiarkan generasi penerus kita menjadi penjahat-penjahat hak asasi manusia. Untuk mencegah hal ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

Dari Pihak Orangtua dan Keluarga

1. Sedapat mungkin anak-anak mendapatkan lingkungan yang tepat sejak dini. Keluarga-keluarga seharusnya dapat menjadi tempat yang nyaman untuk anak-anak mengungkapkan pengalaman-pengalaman dan perasaan-perasaannya.

2. Orangtua hendaknya mengevaluasi pola interaksi yang dimiliki selama ini dan menjadi model yang tepat dalam berinteraksi dengan orang lain. Berikan penguatan atau pujian pada perilaku pro sosial yang ditunjukkan oleh anak.

3. Orangtua bukan hanya perlu menjadi teman tapi juga otoritas bagi anak. Otoritas orangtua memberikan perasaan nyaman pada anak karena anak belajar tentang baik dan buruk, benar dan salah, pantas dan tidak pantas. Jadi otoritas perlu dimiliki orangtua, bukan dalam arti mendisiplin anak secara keras tapi memberi kejelasan mengenai baik dan buruk. Hal ini penting karena bisa memberikan pembelajaran dan pengertian baik dan buruk pada anak. Kuncinya, disiplin dengan kasih sayang serta memahami apa yang terjadi pada anaknya.

4. Dorong anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya melalui kegiatan-kegiatan. Orangtua tetap harus berkomunikasi dengan guru jika anak menunjukkan adanya masalah yang bersumber dari sekolah.

Dari Pihak Sekolah

1. Membangun sebuah hubungan yang positif antara staf guru dan siswa serta membuat interaksi antara guru dan siswa yang positif.

2. Melakukan konseling yang efektif untuk siswa yang melakukan bully dapat berakibatkan mengurangi kecaman.

3. Memberikan dorongan yang efektif bagi korban termasuk perlindungan terhadap korban dari bully yang berulang-ulang.

4. Memberdayakan saksi mata untuk menceritakan kepada orang dewasa, untuk mendukung korban dan menghindari perilaku yang tidak bisa diterima.

Dari Pihak Yang Terlibat Bullying:

1. Jangan merespon. Para pelaku bullying selalu menunggu-nunggu reaksi korban. Untuk itu jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak lantas merasa diperhatikan.

2. Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku hanya akan membuat Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi yang tak menyenangkan ini.

3. Adukan pada orang yang dapat dipercaya. Jika anak-anak yang menjadi korban, mereka harus melapor pada orangtua, guru atau tenaga konseling di sekolah.

4. Selalu berperilaku sopan. Perilaku buruk yang dilakukan seperti membicarakan orang lain, bergosip atau memfitnah, akan meningkatkan resiko seseorang menjadi korban bullying.

5. Jika menjadi saksi mata, jadilah teman yang baik, jangan hanya diam. Ikut meneruskan pesan fitnah atau hanya diam dan tak berbuat apa-apa akan menyuburkan aksi bullying dan menyakiti perasaan korban. Suruh pelaku menghentikan aksinya atau jika pelaku tidak diketahui, bantu korban menenangkan diri dan laporkan kasus tersebut ke pihak berwenang.

Ketika mendapati anak menjadi korban bullying, sebagai orangtua biasanya Anda akan kaget karena anak yang Anda kasihi menjadi korban, merasa cemas lalu berujung pada kemarahan. Respon yang umum ini sesungguhnya merupakan respon yang paling buruk untuk dilakukan.

Pertama-tama, jangan lekas naik pitam. Panik boleh saja tapi jangan menampilkannya dalam bentuk marah ke anak. Ketika panik, tenangkan diri, ambil nafas panjang, dekati anak ketika sudah agak tenang. Bertanyalah dengan baik sehingga membuat anak Anda merasa nyaman. Jangan sampai anak merasa disudutkan. Dengan bersikap tenang, Anda dapat menjadi tokoh otoritas yang dapat memunculkan rasa aman pada anak.

Gali dulu fakta yang ada dari anak Anda. Jika melibatkan teman satu sekolah, bicarakan baik-baik dengan guru di sekolah bagaimana agar dapat duduk bersama dengan orangtua dari pelaku untuk mendapatkan win-win solution.

Tips Metode Belajar Yang Baik Di Sekolah Dan Dirumah

Belajar-efisien-2Tips Metode Belajar Yang Baik Di Sekolah Dan Dirumah
#1. Berdo’a
Baik dan sangat dianjurkan sebelum atau sesudah melaksanankan belajar atau aktifitas lainnya Anda diharuskan untuk membaca doa terlebih dahulu.

Metode ini diyakini bisa memperlancar kegiatan kita setiap harinya.

#2. Tentukan Tujuan Anda
Apasih yang kalian cari dari belajar?

Apa yang diinginkan?

Buatlah tujuan serta harapan yang tertuju pada suatu aspek yang baik.

Ini menjadikan Anda lebih bersemangat, giat serta tidak gampang menyerah..

Denga begitu Anda bisa lebih mengusai materi yag sedang dipelajari.

#3. Tekat yang Kuat
Tetapkan tujuan hidup yang menginginkan diraih dari hasil belajar..

umpamanya nilai ulangan yang tinggi, nilai raport memuaskan atau lulus dengan prestasi.

Memastikan tujuan hidup tentu akan memberikan motivasi supaya belajar selalu semangat.

Jika memang perlu tuliskan tujuan hidup kalian jadi harapan serta lekatkan ditempat yang dapat kalian saksikan sehari-hari.

#4. Buat Jadwal
Bagaimana Anda mengatur waktu untuk belajar?

Sianghari ? malamhari ? atau tak sekalipun ?

Pilihlah jam yang tepat yang nantinya tidak bisa diganggu oleh kegiatan lain.

Misalnya…

Jam 8 Malam sampai jam 9.

Diwaktu tersebut, Anda pasti tidak diganggu oleh kegiatan lain.

Nah dengan waktu yang tepat, Anda bisa lebig cermat untuk menguasai metode belajar Anda.

Ulangi jadwal ini secara berkala, nantinya Anda pasti bakal terus terusan serprti itu dan waktu belajar Anda bisa lebih terorganisir.

#5. Mencari Hal Penting dan Menandainya
Tulisakna beberapa hal yang dianggap penting dari apa yang sedang dipelajari pada waktu tersebut.

Biasanya lebih bai dengan mencari referensi dari kata penting tersebut dan menulisannya di buku tertentu.

misalnya “dictionary books”

Mengapa harus seperti ini?

Hal ini bertujuan untuk mempermudah ketika Anda menemukan pembahasan ini di waktu lainnya.

Gunakan stabillo atau alat lainnya untuk menandai kata tersebut.

#6. Nikmati Rutinitas Anda
Nikmati ruangan belajar anda supaya nyaman untuk belajar dan atur sedemikian rupa hingga semuanya tertata rapi.

Mulai dari meja, kursi, rack buku, serta lampu tempatkan pada lokasi yang cocok untuk mensupport kenyamanan belajar.

Beri hiasan yang buat anda nyaman serta suka ada di sana….

bermainlah dengan beberapa warna yang cerah serta lembut untuk cat tembok serta mebel.

Bila sangat mungkin berilah tanaman hijau dalam pot yang pas untuk indoor supaya situasi fresh bisa kau rasakan,

Lalu nikmati!

#7. Hindari Aktivitas Yang Bisa Menggaggu
Jauhkan semuanya masalah yang bisa menggangu proses pembalajaran Anda.

Bila tidak bisa, berarti Anda yang harus mejauhi semua tentang itu..

Biasanya Anda diganggu oleh Televisi, hanphone dan main.

Ketiga hal tersebut merupakan kegiatan yang paling menonjol.

Mulai dari sekarang…

Berjanjilah untuk menjahui semua hal yang menggangu metode belajar Anda dimanapun dan kapanpun.

#8. Sering Membaca
Janganlah jemu ,janganlah malas untuk membaca..

Anda harus selalu giat membaca karena membaca jadi pintu masuk pengetahuan serta pikiran yang disebut bagian belajar basic.

Semuanya sumber belajar saat ini umumnya berbasiskan teks..

jadi janganlah malas untuk membaca.

Bila ada waktu senggang di luar jadwal belajarmu pakai untuk membaca supaya pikiranmu semakin luas serta pengetahuanmu selalu jadi bertambah.

Cara Ampuh Menghadapi UN

unasBagaimana persiapan siswa menghadapi ujian terakhir tersebut? Berikut adalah cara ampuh menghadapi UN:

1.Belajar secara rutin
Adalah penting belajar setiap hari secara rutin meskipun itu hanya beberapa menit saja. Menjelang detik-detik UN, dimana ada kesempatan, disitulah siswa membuka buku pelajaran. Namun tidak perlu dipaksakan dalam waktu yang lama. Dalam hal ini berlaku formulasi; 3 x 1 lebih baik dari 1 x 3. Artinya, belajar 3 kali dalam waktu 1 jam lebih baik ketimbang belajar 1 kali dalam waktu 3 jam.

2.Menata buku catatan
Buku catatan pelajaran, khususnya mata pelajaran yang diuji secara nasional ditata dengan rapi. Tujuannya agar lebih bersemangat membaca buku pelajaran. Buku catatan yang rapi dan indah akan menarik perhatian dan minat untuk membaca dan mempelajarinya.

3.Pelajari contoh-contoh soal UN
Contoh-contoh soal UN tahun sebelumnya cukup bagus untuk dipelajari. Soal UN tahun berikutnya tak akan jauh berbeda selagi SKL dan kisi-kisi UN tak jauh beda. Apakah siswa sudah memiliki kopian SKL dan bundelan soal-soal UN tahun sebebelumnya? Kalau belum usahakan segera.

4.Belajar kelompok
Membahas soal-soal UN sebaiknya dilakukan secara berkelompok. Kelompok siswa jangan terlalu banyak, cukup 3 sampai 4 orang saja. Sebab, kalau terlalu banyak dikhawatirkan akan menjadi ajang ngobrol belaka. Belajar berkelompok di rumah teman secara bergiliran sangat membantu siswa untuk memahami model dan cara mengerjakan soal UN yang lalu.

5.Belajar tambahan
Jika sekolah mengadakan program belajar tambahan, segera ikuti dengan baik. Hilangkan perasaan terpaksa karena belajar yang disertai dengan keengganan akan membuang waktu dan tenaga belaka. Kuncinya adalah mengikuti belajar tambahan dengan penuh semangat. Belajar tambahan jika diikuti dengan baik akan mengantarkan siswa pada kesuksesan dalam UN.

6.Menjaga stamina dan kesehatan
Cara-cara di atas tidak akan berarti banyak jika siswa tidak menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Tidur yang cukup, banyak makan buah dan sayur, minum air putih yang cukup, serta jangan lupa berolah raga ringan setiap pagi sebelum berangkat sekolah.

7 Cara Belajar Siswa Yang Berprestasi

Tips1. Rajin Membaca
Buku adalah jendela dunia, dengan rajin membaca akan banyak ilmu pengetahuan yang bisa didapatkan dan akan memperkaya khazanah wawasan yang dimiliki seorang siswa. rajin membaca adalah syarat mutlak yang harus dilakukan untuk bisa menjadi siswa yang berprestasi. Rata-rata siswa yang berprestasi di sekolah memiliki minat membaca yang cukup besar, kebiasaan membaca tidak hanya ketika berada di sekolah tetapi juga ketika berada di rumah atau di lingkungan sekitar. Mendapatkan ilmu melalui membaca saat ini bukan hanya melalui buku tetapi juga bisa melalui media laptop, smartphone dan lain-lain.

2. Memiliki keingintahuan yang tinggi
Coba anda amati siswa yang juara kelas atau siswa yang berprestasi di sekolah anda, bagaimana motivasinya untuk mengetahui sesuatu yang baru atau seberapa besar rasa keingintahuannya terhadap hal-hal baru atau yang baru, besar bukan rasa keingintahuannya. Salah satu kebiasaan yang dimiliki beberapa siswa yang berprestasi adalah mereka memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, misalkan ketika diberikan tugas yang sulit atau masalah yang sulit dipecahkan justru mereka akan semakin bersemangat untuk menyelesaikan tugas tersebut.

3. Fokus dalam belajar
Siswa yang berprestasi selalu fokus ketika belajar, fokus bukan berarti mereka menjadi kutu buku atau jarang bergaul akan tetapi fokus disini adalah dia mampu belajar dalam kondisi apapun, misalkan ketika kondisi kelas yang ribut dimana teman-teman yang lain sedang bermain dia tetap bisa mencerna pembelajaran dengan baik selain itu mereka tidak mudah terganggu ketika belajar.

4. Memiliki inisiatif
Selanjutnya siswa yang berprestasi juga biasanya memiliki inisiatif yang tinggi, misalkan ketika guru meminta seorang siswa untuk maju kedepan menyelesaikan sebuah soal maka dengan inisiatifnya dia akan terlebih dahulu maju untuk menyelesaikan soal-soal tersebut sebelum teman-teman yang lain, juga memiliki inisiatif untuk bertanya jika ada pelajaran yang tidak diketahui dan tidak merasa malu akan ketidaktahuaannya tersebut.

5. Disiplin dalam belajar
Gaya belajar siswa berprestasi adalah memiliki displin tinggi, siswa yang berprestasi biasanya sudah membuat jadwal belajar dan jadwal bermain setiap harinya, ketika jadwal belajarnya telah tiba maka dia akan segera untuk mulai belajar dan meninggalkan aktivitas yang sedang dia lakukan selain itu siswa yang berprestasi tidak suka menunda-nunda pekerjaan, jika ada tugas atau pekerjaan rumah maka dia akan berusaha segera menyelesaikannya.

6. Berusaha memahami dan menguasai konsep pembelajaran
Cara belajar selanjutnya yang dimiliki orang yang berprestasi adalah selalu berusaha memahami konsep suatu materi pembelajaran, jika dia telah menguasai dan memahami konsep pembelajaran tersebut barulah ia akan melangkah ke pelajaran selanjutnya. misalnya ketika belajar matematika dengan materi pembagian maka ia akan fokus mempelajari cara pembagian tersebut baik secara konsep maupun praktik dan ketika ia telah benar-benar paham tentang pembagian barulah ia melangkah ke materi pelajaran selanjutnya.

7. Menggunakan metode swot
Swot adalah singkatan dari Strenght (kekuatan), Weaknes (kelemahan), Oportunitis (kesempatan) dan Threats (ancaman). Siswa yang berprestasi biasanya akan menganalisa apa kekuatan yang dimiliki, kelemahan yang dimiliki, kesempatan dan ancaman pada dirinya setelah memahami keempat hal tersebut kemudian diakan memperbaiki apa yang kurang darinya dan memaksimalkan apa yang menjadi kelebihannya.

Cara Membuat Siswa Aktif dalam Pembelajaran di Kelas

anak-sekolah-as-ngacung1. Untuk memulai pelajaran jelaskan pada siswa apa yang akan dipelajari pada saat itu dan apa manfaatnya bagi siswa kalau memahami dan mengerti tema / hal yang akan dipelajari. Dengan menyampaikan hal hal seperti ini, guru bukan saja telah mencoba manarik perhatian siswa agar fokus pada pelajaran, tapi sudah mulai mengajak siswa untuk menggunakan pikiran. Karena fungsi dan manfaat tema adalah hasil ulah pikir yang akan dicerna oleh siswa dengan pikiran juga.
2. Mulailah pelajaran bukan dengan menerangkan tapi mulailah dengan pertanyaan. Edarkan pertanyaan ke seluruh kelas, harapakan semua siswa berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan tersebut, maka semua siswa sudah tergerak untuk berfikir mandiri.
3. Kumpulkan semua jawaban yang diberikan siswa dan diskusikan dengan seluruh siswa kebenaran dari semua jawaban yang diberikan. Mintalah alasan kenapa satu jawaban bisa diterima dan yang lain tidak. Maka akan terjadi sharing pengetahuan antar siswa, siswa saling memberi informasi dan semua siswa terlibat dalam belajar.
4. Kalau ada siswa yang bertanya pada anda, janganlah anda jawab sendiri, lemparkan ke kelas biar dijawab oleh siswa yang lain. Maka siswa anda tidak akan sempat ngantuk karena semua siswa terdorong untuk selalu berfikir.
5. Jaga terus atmosphir berfikir dalam kelas dengan melempar lempar pertanyaan dan jadikan suasana belajar mengajar anda lebih mirip percakapan antar siswa dengan siswa dan dengan guru, bukan pengajaran yang kaku dengan guru bercerita murid mendengarkan.
6. Beri waktu siswa untuk bertanya tentang seuatu yang belum jelas, atau beri mereka waktu untuk mengungkapkan ide atau pandangan mereka yang belum terungkap.
7. Akhiri pelajaran dengan meminta mereka membuat resume atas apa yang mereka pahami dan mereka bicarakan selama pelajaran dalam bentuk tertulis.