Tips Tetap Fokus Selama Belajar di Sekolah

Tips Tetap Fokus Selama Belajar di Sekolah

Berikut ini cara agar semangat dan tetap fokus selama belajar di sekolah. Check it out!

1. Lakukan beberapa gerakan olahraga

Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan perhatian dan fokus karena kita dapat melepaskan zat kimia di otak yang mempengaruhi kegiatan belajar dan ingatan. Olahraga dapat memberikan dorongan jangka pendek untuk kinerja mental dan kognitif, membuat kita lebih pintar dan membuat kita lebih mudah untuk fokus.

2. Minum lebih banyak cairan

Sebuah studi tahun 2012 yang dilakukan The Journal of Nutrition menemukan bahwa dehidrasi ringan dapat membuat kita nggak fokus, lho. Minumlah sehari 8 sampai 9 gelas sehari.

3. Singkirkan segala gangguan pada pikiran

Masyarakat saat ini dibangun di atas fondasi teknologi dan kemampuan untuk terhubung dengan semua orang di mana saja sepanjang waktu. Namun, kejenuhan dengan “koneksi” adalah salah satu akar penyebab kurangnya perhatian dan kurangnya fokus. Rata-rata, seorang pekerja kantor memeriksa email mereka tiga kali dalam satu jam. Jadi, saat duduk untuk fokus pada sebuah tugas, kita bisa menutup semua tab yang tidak relevan, menjauhi pengecekan email, dan menetap di lingkungan yang sepi. Jika terus mendapatkan pesan teks dan pemberitahuan dari social media-mu, letakkan telepon di dalam tas agar setiap gangguan dapat dikesampingkan sejenak saat di sekolah.

4. Perhatikan apa yang diberikan oleh guru

Agar fokus ketika belajar di sekolah adalah memperhatikan setiap materi yang diberikan oleh guru. Saat guru sedang mengajar cobalah simak apa yang diberikan oleh guru. Ingat, orangtua kita sudah cukup banyak membayar agar kita bisa mendapatkan ilmu yang berguna. Jangan pernah sia-siakan kerja keras mereka, dengan bermain-main ketika guru sedang mengajar,ya!

Iklan

6 Tips Menyambut dan Menghadapi Siswa Baru

6 Tips Menyambut dan Menghadapi Siswa Baru Agar Merasa Nyaman Serta Betah di Sekolah

6 Tips Menyambut dan Menghadapi Siswa Baru Agar Merasa Nyaman Serta Betah di Sekolah

1. Memberi kesan baik dan hangat pada murid baru
Tips pertama yang bisa anda lakukan dalam rangka menyambut dan menghadapi siswa-siswi baru yakni dengan bersikap baik dan hangat. Oleh karena itu seorang guru dianjurkan dalam menghadapi siswa-siswi baru agar bersikap lemah lembut, hangat dan bersahabat dengan para siswa baru.

Bersikap lemah lembut dan bersahabat dengan siswa baru cukup urgent guna menanamkan mindset dalam pikiran anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan, sehingga siswa-siswi baru tersebut merasa betah dan nyaman di sekolah.

2. Hindari sikap mengintimidasi siswa

Tak dapat dipungkiri bahwa karakter setiap siswa sangat beragam begitu pula halnya dengan karakter siswa-siswi baru, misalnya saja yang memiliki sikap sabar, pemalu, nakal, usil dan lain-lain. Namun dalam menagatasi berbagai karakter murid tersebut sangat disarankan untuk menghindari sikap mengintimidasi guna meredam perilaku kurang baik yang ditunjukan oleh murid tersebut.

Selain itu melakukan kekerasan fisik guna mengintimidasi perilaku siswa baru sebaiknya tidak dilakukan namun yang lebih tepat adalah mengamati/membaca karakter anak yang nakal tersebut guna mencari solusi yang lebih persuasif dalam merubah kebiasaanya tersebut.

3. Bersikap adil terhadap semua siswa baru
Diantara para siswa baru pastinya memiliki latar belakang yang berbeda, baik dari segi latar belakang budaya yang berbeda, ekonomi, sosial dan suku. Maka sebaiknya seorang guru mengabaikan perbedaan-perbedaan tersebut dalam memperlakukan murid anda, jangan karena anak tersebut merupakan anak bupati, camat, kepala desa dan lain-lain sehingga anda memperlakukannya lebih istimewa.

Sikap adil terhadap setiap siswa tanpa memandang latar belakang bisa menciptakan rasa adil dalam setiap diri siswa, dengan diperlakukan sama maka siswa bisa lebih nyaman dalam belajar sehingga mereka bisa mengeksplorasi kemampuannya dengan maksimal.

4. Lakukan metode belajar yang bervariasi
Menghadapi murid baru dalam proses belajar, sebaiknya dilakukan dengan penerapan metode belajar yang bervariasi sehingga siswa bisa merasa senang dan gembira ketika belajar, alhasil anak akan selalu rindu dan betah untuk belajar di sekolah.

Hindarkan menerapkan metode belajar yang monoton karena hal tersebut bisa membuat siswa cepat merasa bosan dalam mengikuti pelajaran, alhasil materi pelajaran tidak bisa maksimal dipahami oleh siswa.

5. Sabar dalam mengajar dan mendidik siswa
Selanjutnya cara menghadapi siswa baru adalah dengan bersikap sabar, karena bisa dipastikan murid baru yang anda ajar masih minim dengan pemahaman dengan materi pelajaran yang akan anda ajarkan sehingga sangat disarankan kepada anda sebagai guru untuk bersikap sabar dan tenang dalam mengajar para siswa tersebut.

Gunakanlah bahasa yang paling mudah dimengerti oleh para murid-murid anda agar materi pelajaran yang anda ajarkan bisa dipahami dengan mudah, karena pada hakikatnya mengajar dan mendidik murid ibaratkan seperti anda sedang mengasa pisau yang membutuhkan beberapa waktu sehigga pisau tersebut bisa menjadi tajam.

6. Mengenalkan kepada siswa dengan berbagai elemen yang ada di sekolah
Terakhir hal yang bisa dilakukan untuk menyambut dan mengahdapi siswa baru yakni dengan memperkenalkan pada siswa berbagai elemen dan stackholder yang ada di sekolah tersebut, hal tersebut guna membuat siswa lebih cepat dalam beradaptasi.

Demikianlah Tips menyambut dan menghadapi siswa baru agar merasa nyaman serta betah di sekolah yang bisa anda pratikkan dalam meyambut siswa-siswi baru di sekolah anda.

6 Tips Persiapkan Anak untuk Masuk Sekolah Pertama Kali

Bagi orang tua yang memiliki anak usia 5 tahun atau lebih tentu sedang memikirkan bagaimana cara mempersiapkan anak mereka menyambut hari pertama masuk TK ataupun SD. Pengalaman yang masih minim seringkali menimbulkan kecemasan karena takut anak mereka akan rewel saat memasuki kelasnya.
Namun, tak perlu khawatir karena orang tua hanya perlu mengajarkan beberapa hal agar sang anak menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
Dilansir berbagai sumber, beberapa tips sederhana di bawah ini bisa Anda berikan untuk menggambarkan kehidupan sekolah yang akan dihadapi sang anak. Apa saja?
1. Jelaskan Tentang Kegiatan Sekolah
Anak mungkin akan bertanya-tanya, kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan saat berada di sekolah. Untuk memberikan bayangan mengenai sekolahnya, Anda bisa menceritakan hal apa saja yang busa dan tidak bisa mereka lakukan saat berada di sekolah.
Mulai dari bertemu dengan teman baru, guru kelas, sampai pelajaran apa saja yang akan ia terima. Jelaskan dengan paparan sederhana yang disertai dengan gambar, agar anak lebih mudah memahami maksud dari penjelasan Anda.
2. Tingkatkan Rasa Percaya Diri dan Keberanian Anak
Untuk mampu bersosialisasi dengan baik, tingkatkan kepercayaan diri anak dengan membiasakan mereka bertemu orang banyak tanpa selalu bergantung orang tuanya. Misalnya saat berada di supermarket, Anda bisa menyuruh anak bertanya pada karyawan mengenai letak produk yang ingin dibeli.
Rasa percaya diri yang terbentuk akan berpengaruh pada sikap sosialisasi yang dimiliki sang anak. Keberanian anak pun akan meningkat dengan sendirinya.
3. Ajarkan Anak Mengenai Sosialisasi
Jika sudah percaya diri, kemudian ajarkan anak mengenai pentingnya bersosialisasi. Anda harus menjelaskan betapa pentingnya mempunyai teman yang banyak saat berada di sekolah.
Ajarkan pula mengenai etika yang baik dalam berteman, baik dengan teman sebaya atau teman yang lebih tua. Stimulasi anak dengan membiasakan mengucapkan kata-kata yang sopan agar mereka mampu berkomunikasi dengan baik.
4. Mengunjungi Sekolah Anak
Untuk membuat anak cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya, ajak mereka berkunjung ke sekolah sehari sebelum hari pertama dimulai. Kenalkan anak pada sekolah yang akan menjadi tempatnya menempuh pendidikan.
Selain itu, Anda juga bisa buat anak menjadi lebih familiar terhadap lingkungan sekolahnya dengan mengenalkan ruang kelas, kantin, taman bermain atau bangunan lain yang berdiri di sekeliling sekolah.
5. Yakinkan Anak Jika Sekolah adalah Tempat yang Menyenangkan

image: https://gimg.kumpar.com/kumpar/image/upload/c_fill,g_face,f_jpg,q_auto,fl_lossy,w_800/pqpt5t2g8qhd6uqikkbp.jpg

Anak Masuk SekolahYakinkan anak sekolah tempat yang menyenangkan. (Foto: Thinkstock)

Mungkin masih ada beberapa anak yang merasa takut untuk pergi ke sekolah di hari pertama. Usir ketakutan dan keraguan anak dengan meyakinkan mereka jika sekolah bukanlah tempat yang mengerikan. Ceritakan hal yang seru terkait kegiatan sekolah atau karakter teman yang akan mereka temui saat berada di sekolah. Ungkapkan keseruan lainnya yang bisa membuat bayangan anak mengenai sekolah berubah menjadi tempat belajar yang menyenangkan.
6. Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah
Sediakan waktu untuk mengantar anak ke sekolah. Berikan semangat kepada anak yang baru pertama kali bersekolah.
Mengantar anak di hari pertama sekolah adalah cara terbaik untuk meningkatkan kepercayaan diri sang anak. Jangan lupa memeluk atau mencium anak untuk meyakinkan jika sekolah akan membuatnya tenang dan nyaman.
Jika perlu, antarkan anak sampai ke ruang kelasnya dan tunggu anak sampai ia mendapatkan tempat duduk. Semangati diri mereka agar mampu berkenalan dengan teman barunya.

Read more at https://kumparan.com/andarinovianti/6-tips-persiapkan-anak-untuk-masuk-sekolah-pertama-kali#jUjjIDfOL2eToXKW.99

5 Konsep Sekolah Unik yang Membuat Belajar Menyenangkan

Teknik Belajar bahasa Indonesia yang menyenangkan akan membuat siswa betah di kelas. Tidak seperti mata pelajaran lainnya yang lebih banyak penjelasan teoretis, Bahasa Indonesia lebih menekankan latihan dan praktik. Akan tetapi, latihan terus-menerus di kelas membuat siswa bosan.

Apakah Anda pernah mendapati siswa yang memiliki nilai Bahasa Indonesia kurang maksimal? Mungkin saja hal itu dikarenakan siswa tidak tertarik. Seharusnya, belajar bahasa Indonesia di kelas didesain menyenangkan seperti belajar seni. Kenapa? Karena keduanya sama-sama mengajarkan suatu keterampilan yang dapat dikuasai dengan latihan. Jadi, harus tercipta kelas yang menyenangkan agar siswa tidak bosan. Nah, jika ingin memiliki kelas yang menyenangkan, 5 teknik belajar Bahasa Indonesia berikut ini bisa Anda coba.

1. Teknik Bermain Peran

Teknik ini dapat aplikasikan saat mempelajari karya sastra. Misalnya menganalisis naskah drama. Agar dapat menghayati karya sastra tersebut, siswa dapat mempraktikkan bermain drama.

Penerapan teknik belajar Bahasa Indonesia ini untuk sangat mudah. Pertama, kumpulkan beberapa siswa dalam satu kelompok. Lalu, pilihlah seorang sutradara dan lainnya menjadi pemain. Sutradara bertugas untuk memilih pemain dan mengarahkan mereka. Dengan demikian, seluruh siswa aktif dalam pembelajaran.

2. Teknik Wawancara

Teknik wawancara juga dapat diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Belajar bahasa Indonesia melibatkan berbagai jenis keterampilan. Salah satunya berbicara. Teknik wawancara sangat cocok untuk memperlancar keterampilan tersebut.

Cara menerapkan teknik ini sangat mudah. Siswa diminta berpasangan. Satu sebagai penanya dan lainnya penjawab. Kemudian, bergantian. Dengan teknik ini, siswa memahami teori wawancara dengan langsung mempraktikkannya. Lebih jauh lagi, siswa dapat mencoba praktik mewawancarai narasumber di luar sekolah. Bahkan, tokoh-tokoh penting di masyarakat. Hal tersebut bergantung jenjang pendidikan siswa.

3. Teknik Penyelesaian Masalah

Salah satu teknik Belajar bahasa Indonesia yang menyenangkan adalah penyelesaian masalah. Nah, teknik ini sangat cocok diterapkan untuk melatih siswa berargumentasi yang baik. Jenis materi yang dapat diaplikasikan dengan teknik ini adalah menulis argumentasi. Misalnya, siswa diberi rekaman tentang suatu permasalahan, banjir dan bencana alam. Kemudian, siswa diminta untuk menulis karangan cara mencegah banjir.

Teknik ini juga dapat dijadikan alternatif agar guru tidak selalu memberikan ceramah di kelas. Misalnya, siswa diberi teks pantun. Kemudian siswa diberi soal untuk mengidentifikasi bagian-bagiannya. Siswa akan mengerti perbedaan sampiran dan isi pada pantun saat menemukan bagian-bagian tersebut. Menyenangkan bukan pelajaran Bahasa Indonesia?

4. Teknik Permainan

Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh seorang pengajar agar siswa tidak bosan di kelas adalah memberikan permainan. Permainan bisa juga digunakan sebagai salah satu teknik belajar Bahasa Indonesia untuk menguji pemahaman siswa terhadap suatu materi.

Misalnya saja, belajar dengan permainan Who Wants To Be A Millionaire. Anda dapat memodifikasi permainan ini untuk menguji salah satu materi. Siswa diminta untuk maju dan menyelesaikan soal ejaan misalnya. Soal tersebut ditampilkan di layar sehingga siswa lainnya bisa membaca. Lalu, guru memberikan skor untuk soal yang bisa dijawab. Dengan teknik ini, siswa akan tertarik dan lebih berusaha menjawab soal. Ditambah dengan hadiah menarik, kelas akan makin semarak.

5. Teknik Pembelajaran di Luar Kelas

Sekali waktu mengajak siswa belajar di luar kelas akan membuat kesan yang mendalam bagi mereka. Misalnya, saat menulis puisi. Dengan pengawasan dari guru, siswa dapat mencari inspirasi di mana pun asalkan masih di dalam lingkungan sekolah.

Saat materi menulis resensi, siswa diajak ke perpustakaan untuk memilih buku. Teknik tersebut menunjukkan siswa belajar dengan riil. Artinya, siswa tidak mengimajinasikan buku yang akan diresensi. Siswa betul-betul membaca buku tersebut dan meresensinya.

Teknik belajar Bahasa Indonesia tersebut mengarahkan siswa sebagai pusatnya. Guru sebagai fasilitator. Guru yang membuat konsep pembelajaran, mengawasi, dan mengonfirmasi hasil belajar siswa. Siswa tidak hanya diberi ceramah dan soal-soal. Mereka mempraktikkan materi pelajaran secara langsung. Hal yang tidak kalah penting adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Jika siswa senang, minat belajar akan meningkat. Selamat belajar!bahasa_indonesia_header

5 kebiasaan baik yang harus diajarkan kepada anak sejak dini

Mother Helping Children With Homework

Mother Helping Children With Homework

Setiap orangtua pasti berharap kelak buah hatinya tumbuh menjadi orang yang berbudi pekerti luhur. Namun, membentuk karakter demikian tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Ibarat sebuah bejana tanah lait akan lebih mudah dibentuk jika tanah masih basah dan belum dibakar, demikian pula akan lebih mudah mengajar seseorang ketika ia masih muda.

Setiap anak dilahirkan dengan keadaan polos, karenanya setiap anak memiliki potensi untuk menjadi pribadi-pribadi baik. Segala bentuk pengabaian di awal kehidupan seorang anak secara perlahan akan membentuk kepribadiannya, dan jika hal ini dibiarkan berlarut-larut akan sangat sulit bagi orangtua untuk mengubah kepribadian yang telah tertanam.

Orangtua memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada buah hatinya. Maka dari itu, sebelum segala sesuatunya terlambat dan kemudian Anda hanya bisa menyesali, berikut adalah beberapa hal yang perlu diajarkan oleh orangtua kepada anak sedini mungkin.

Kepercayaan diri

Dalam banyak pengalaman rasa percaya diri mampu membantu anak untuk terus bersemangat dalam beraktivitas, giat belajar dan termotivasi berbuat kebaikan. Sebaliknya, sikap rendah diri dan kurang percaya diri justru akan menjadi batu sandungan dan mampu melumpuhkan kemampuan anak dalam upaya mengapai keberhasilan dalam pendidikan, karier maupun keluarga. Kepercayaan diri adalah sangat penting, hal ini jugalah yang membuat seorang pemain American Football, Joe Namath, mengatakan, “Jika Anda punya rasa percaya pada diri sendiri, Anda akan merasakan banyak kesenangan. Jika Anda merasakan banyak kesenangan, maka Anda akan mampu melakukan banyak hal istimewa.”

Kerendahan hati

Kerendahan hati tidak kalah pentingnya dalam menumbuhkan karakter anak sejak dini. Orangtua wajib melatih sikap tersebut kepada anak-anaknya agar kelak setelah ia tumbuh dewasa mampu bersosialisasi dalam masyarakat, anak juga cenderung tidak akan menunjukkan sikap arogansi ataupun hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai dalam masyarakat. Justru dengan modal kerendahan hati anak akan mudah diterima dalam pergaulan, dia juga dengan senang hati mau menerima kritik dan saran dari orang-orang sekitar dan setiap pujian yang ia terima tidak akan membuat dia semakin sombong.

Kesabaran

Mendidik anak kecil untuk bersabar memang tidak mudah, sehingga ini merupakan sebuah tantangan besar bagi orangtua. Agar bisa ditiru oleh anak, orangtua terlebih dahulu harus bisa menerapkan kesabaran pada diri sendiri sebelum mengimplemantasikannya dalam kehidupan anak. Sabar bukan berati “diam” atau “ya sudahlah”, tetapi orangtua harus bisa memberikan contoh bagaimana sikap sabar yang sesungguhnya. Sebagai contoh, hal sederhana yang bisa diterapkan kepada anak adalah dengan mengajari mereka bagaimana cara makan dengan perlahan dan mengunyah hingga lembut, atau dengan berpuasa yang merupakan cara terbaik untuk melatih anak bagaimana mengendalikan emosi dan keinginannya. Selain itu, jangan langsung memberikan dengan seketika apa yang diinginkan anak, melainkan beri jeda beberapa hari atau beberapa minggu guna melatih anak lebih bersabar.

Kejujuran

Mengajar kejujuran pada anak sejak dini sangat penting, ini adalah investasi berharga apabila dia tumbuh dewasa nanti. Tambahkan pula nilai-nilai agama untuk memperkuat kejujuran tersebut. Apabila Anda menjumpai anak melakukan kebohongan, sebagai orangtua yang bijaksana Anda jangan lantas memarahinya. Nasihati dengan kesabaran agar kelak anak tidak menyembunyikan kebohongan-kebohongan lainnya.

Kerja keras

Ajari anak kerja keras secara positif dalam meraih cita-citanya, sebab segala sesuatu tidak ada yang instan tapi butuh pengorbanan dan usaha keras. Jangan terbiasa memberikan segala sesuatu kepada anak dengan mudah ataupun memanjakan anak dengan barang-barang yang diinginkannya. Akan tetapi, berikanlah pemahaman jika segala sesuatu harus ada upaya untuk mendapatkannya. Misalnya, ajari anak Anda menambung sejak dini, apabila uang yang dia tabung sudah terkumpul bisa digunakan untuk membeli barang yang ia inginkan, dengan demikian ia akan memahami apa artinya kerja keras dan kesabaran.

Tips Menembus Seminar dan Publikasi Internasional

Internasional-696x428Mengikuti seminar bertaraf internasional merupakan kebanggaan tersendiri bagi kalangan akademisi, baik mahasiswa maupun dosen. Terlebih, bagi mereka yang berstatus staf pengajar. Partisipasi di event akademik berstandar internasional merupakan nilai plus.

Meski demikian, untuk menggapainya diperlukan kerja keras. Sebab, kompetisi yang ada didalamnya tentulah kental, tidak sembarang orang bisa menembusnya.

“Untuk menempatkan diri dalam seminar internasional, seseorang mesti lebih dulu mengirimkan abstrak penelitian atau konsep pemikiran sebagai persyaratan,” kata Dekan FIB Diah Ariani Arimbi SS., MA., PhD.

Perempuan yang menuntaskan program magister di Amerika Serikat ini mengutarakan, abstrak biasanya terdiri dari sekitar 200 hingga 400 kata. Bergantung pada ketentuan dalam pendaftaran seminar tersebut. Nah, pengirim abstrak harus pandai dalam mengolah kalimat. Tujuannya, memampatkan ide yang ingin dicetuskan. Dalam abstrak, terdapat elemen-elemen penting dalam karya yang akan dipresentasikan. Seperti argumen yang jelas, metodologi, hingga hasil yang diperoleh.

Yang harus diingat, kata dosen yang mengambil gelar doktor di Autralia ini, bahasa yang dipakai adalah bahasa Inggris khusus untuk penulisan akademik. Panitia seminar biasanya cukup saklek tentang ini. Untuk bisa memahami bahasa yang dimaksud, ada banyak literatur yang dapat dipelajari. Ada begitu jamak link-link internet yang menyediakan informasi tentang ini.

Pengetahuan tentang bahasa Inggris khusus penulisan akademik juga mesti dimiliki oleh seseorang yang ingin masuk dalam publikasi internasional. Untuk yang satu ini, calon penulis publikasi internasional harus menyiapkan lebih banyak hal. Misalnya, karya yang lengkap (tidak hanya abstrak) dan memiliki unsur kebaruan.

“Biasanya, reviewer di level internasional itu sangat mempertimbangkan suatu isu yang dinamis di masyarakat,” kata Diah.

Misalnya, ada satu isu yang sudah dibahas oleh sejumlah peneliti. Nah, peneliti baru yang ingin karyanya dimuat dalam publikasi internasional, harus mempertimbangkan riset-riset yang sudah ada dan mengisi lubang atau space kosong yang belum terbahas detail oleh peneliti sebelumnya. Dinamika penelitian perlu dijabarkan dengan lebih komplit.

Di tempat terpisah, Prof. Dr. Achmad Syahrani, Apt., MS mengungkapkan, publikasi internasional bukan merupakan hal yang mustahil diraih. Kuncinya adalah banyak-banyak membaca dan melakukan penelitian. Wawasan luas seputar topik yang lagi berkembang di dunia sangat diperlukan.

“Jangan biarkan diri larut dalam rutinitas sehari-hari yang monoton tanpa penambahan pengetahuan akan dunia luar,” ujar penulis tak kurang dari 31 publikasi internasional ini.

5 Hal yang Perlu Diketahui soal Homeschooling

kak-setoPernah mendengar kata “homeschooling”? Pola pendidikan ini semakin hari semakin banyak dipilih oleh para orangtua. Homeschooling yang berarti sekolah rumah, dikenal juga dengan istilah sekolah mandiri atau home educationhome based learning. Pengertian homeschooling secara umum adalah model pendidikan alternatif, atau proses layanan pendidikan yang secara sadar, teratur, dan terarah yang dilakukan orangtua, keluarga, dan lingkungan yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan dan proses pembelajarannya. Sehingga, anak dapat mengembangkan potensi sesuai dengan kemampuannya.

Nah, ketika akan menerapkan homeschooling, ada baiknya orangtua mempelajari tips di bawah ini:

1. Ketahui undang-undang tentang homeschooling di negara Anda
Setiap negara memiliki undang-undang tersendiri dalam menyelenggarakan homeschooling. Sudah sepatutnya anda mempelajari undang-undang di Indonesia tentang homeschooling sebelum melaksanakan dan menerapkannya bagi anak Anda.

2. Pastikan Anda memiliki waktu untuk menemani si buah hati
Sebenarnya homeschooling tidaklah terlalu sulit. Namun, Anda harus menyiapkan waktu lebih buat buah hati Anda.

3. Ketahui pilihan Anda
Ada banyak pilihan yang tersedia untuk program homeschooling. Pilihan yang bisa Anda temukan seperti membuat sendiri kurikulum anak Anda, bergabung dengan kelompok pendukung homeschooling di sekitar daerah Anda, atau biarkan anak Anda sendiri memilih mengikuti kelas-kelas umum secara online.

4. Pastikan Anda sudah siap
Anda harus mempersiapkan banyak hal sebelum melakukan homeschooling. Beberapa hal yang benar-benar sulit adalah, orang-orang yang tidak paham dengan metode homeschooling. Hal ini membuat Anda harus memberikan pemahaman kepada mereka mengenai pilihan Anda untuk homeschooling.

5. Anda harus menyimpan beberapa catatan anak Anda
Pahamilah bahwa homeschooling tidak sama dengan sekolah reguler. Anda harus menyimpan sendiri catatan nilai anak anda. Misalnya, absensi hadir, contoh karya anak Anda yang paling baik, nilai-nilai tes, dan juga salinan dari kurikulum yang diikuti anak Anda.

Di beberapa kasus di negara lain seperti AS, ada beberapa petugas yang  memasuki rumah Anda dan memeriksa kegiatan homeschoolingdi rumah Anda.  Mereka ingin mengetahui sejauh mana pemahaman Anda mengenai homeschooling, apakah Anda mengerti tentang homeschooling.

Oleh karena itu, jika Anda ingin menerapkan metode homeschooling, harus mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan itu!

Homeschooling Broad and Real Objects

kakseto

Homeschooling akan membawa anak-anak untuk belajar di dunia nyata, di alam yang sangat terbuka. Di samping itu, objek yang dipelajari anak pun bisa sangat luas, seluas langit dan bumi.

Homeschooling Kak Seto

Meskipun pada saat ini telah tumbuh menjamur sekolah-sekolah formal yang memanfaatkan alam sebagai media belajar, namun ketika anak-anak tersebut mulai memasuki pendidikan yang lebih tinggi, mereka pun kembali lagi berhadapan dengan ruang-ruang kelas yang serbakaku dan tertutup.

Homeschooling juga menjadikan objek yang dipelajari anak didik seluas langit dan bumi.
Seto Mulyadi

Homeschooling dapat membebaskan anak untuk belajar apa saja sesuai minat dan hal-hal yang disukainya. Sesekali mereka dapat berkunjung ke berbagai tempat yang bisa menjadi objek pelajaran, seperti persawahan, taman burung, pemandian air panas, kebun binatang, padang-padang tetanaman yang berisi banyak bunga, tepian laut yang berisi makhluk-makhluk hidup yang beraneka ragam, stadion-stadion olahraga, dan tempat-tempat lain yang menarik perhatiannya. Tempat kerja seperti bank, pemadam kebakaran, pasar dan masih banyak sekali dapat juga dijadikan sebagai tempat belajarnya.

KENAPA HARI PRAMUKA JATUH PADA 14 AGUSTUS?

gerakan-pramukaGerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar, yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.

Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.

Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA, yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.